Senin, 02 Juni 2014

MAKALAH "Pengembangan Kepemimpinan di dalam dan di luar Diri Pemimpin "




MAKALAH
Pengembangan Kepemimpinan di dalam dan di luar Diri Pemimpin

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Leadership
Dosen Pengampu: Drs. Nur Hamidi, MA
  

Disusun Oleh:

Khanifah Inabah               (11411022)
Ahmad Zaenurrohman      (11411021)
Retno Dewi P.                  (11411023)

PAI V A


JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Seorang pemimpin mempunyai potensinya masing-masing. Potensi yang dimiliki seorang pemimpin ini harus terus dikembangkan, baik yang ada didalam dirinya sendiri maupun dilingkungan yang dipimpinnya. Dengan adanya pengembangan tersebut membuat pemimpin ingat bahwasannya untuk menjadi pemimpin yang baik atau pemimpin yang sejati itu diperlukan usaha termasuk mengembangkan yang ada didalam dirinya.  Karena menjadi pemimpin sejati itu bukan terletak pada gelar atau jabatan yang diberikan melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang dan tumbuh serta berkembang dari dalam diri seseorang.
Tetapi perlu diingat, dalam memimpin tidak cukup hanya mengembangkan apa yang ada didalam dirinya tersebut. Pemimpin juga harus mampu mengembangkan kepemimpinan di lingkungan pemimpin termasuk anggota dibawahannya. Hal ini sangat perlu dilakukan bagi seorang pemimpin karena dengan mengembangkan kepemimpinan di lingkungan pemimpin itu sama saja dengan mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh bawahan di lingkungan organisasi atau lembaga. Sebab semua orang di lingkungan organisasi mempunyai potensi untuk memimpin dan memperlihatkan sikap kepemimpinan melihat sekalipunitu seorang bawahan.
Untuk itulah dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengembangan kepemimpinan didalam diri pemimpin dan pengembangan dilingkungan pemimpin.

B.       Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut, dan agar permasalahan lebih mudah untuk dibahas, maka dalam makalah ini penulis merumuskan beberapa pokok, seperti:
1.      Apa pengertian pengembangan kepemimpinan?
2.      Bagaimana tahapan pengembangan kepemimpinan?
3.      Bagaimana pengembangan kepemimpinan dalam diri pemimpin?
4.      Bagaimana pengembangan kepemimpinan di lingkungan pemimpin?


BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Pengembangan Kepemimpinan
Banyak ditemui definisi mengenai apa itu kepemimpinan, salah satunya Kepemimpinan dapat dartikan sebagai kemampuan mendorong sejumlah orang (dua orang atau lebih) agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terarah dalam tujuan bersama.[1]
Kepemimpinan dapat pula diidentikan dengan pengaruh. Kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh pengikut. Setiap orang mempengaruhi seseorang, kita masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi orang lain. Itu berarti bahwa kita semua memimpin dalam beberapa bidang sementara dalam bidang lainnya kita dipimpin. Kekuasaan untuk membantu para pemimpin maju adalah komunikasi, pengakuan dan pengaruh.[2]
Menurut Abraham Maslow kepemimpinan adalah mewujudkan potensi diri sepenuhnya serta membantu orang lain untuk mewujudkan potensi mereka.[3] Ini lah yang akan menjadi pembahasan mendalam kita mengenai pengembangan kepemimpinan, dimana pemimpin selain memiliki potensi dan membantu orang lain mewujudkan potensinya serta bagaimana potensi dirinya dan orang yang dipimpinnya senantiasa pula ikut berkembang.
Pengembangan kepemimpinan adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan ketingkat yang lebih tingi. Inti dari kepemimpinan adalah pengaruh, yaitu kemampuan untuk mendapatkan pengikut. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar orang lain mau mengikuti dengan rela dan sadar, inilah yang perlu dikembangkan mulai dari tigkat awal sampai ketingkat yang paling tinggi.[4]
Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell,” The only way that I can keep leading is to keep growing. The the day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.
Joe Reynolds (seorang president Leadership Dynamic, Inc., sebuah perusahaan konsultan/ pelatihan yang bermarkas di Houston, Texas) mengungkapkan terkait tentang pengembangan kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang positif, selalu berusaha untuk mewujudkan visi pribadi akan hasil terbaik dengan bekerja sama saling menguntungkan dengan orang lain. Kepemimpinan yang positif mencakup:
1.      Tindakan individu-individu yang produktif dan bertanggung jawab oleh pemimpin maupun pengikutnya.
2.      Kontribusi untuk diri sendiri, masyarakat, organisasi, Negara, dan seluruh umat manusia.
3.      Pemimpin dan pengikut melakukan apa yang mereka ingin lakukan disamping menjadi apa yang mereka cita-citakan.
4.      Resiko dan pengorbanan.[5]

B.            Tahapan Pengembangan Kepemimpinan
Dalam pengembangan kepemimpinan terdapat beberapa tahap atau tingkat kepemimpinan. Menurut John C. Maxwell, membagi tingkat kepemimpinan menjadi lima tahap atau tingkat, yaitu:[6]
1)      Tingkat 1, Kedudukan/Hak
Ini adalah tingkat kepemimpinan awal yang mendasar. Satu-satunya pengaruh yang dimiliki adalah yang dibawa oleh jabatan. Orang yang berada pada tingkat ini memasuki peta hak wilayah, protokol, tradisi, organisasi, dan mungkin dia punya wewenang. Tetapi kepemimpinan yang sesungguhnya lebih dari hanya memiliki wewenang. Kepemimpinan yang sesungguhnya adalah menjadi orang yang dikuti orang lain dengan senang hati dan penuh keyakinan.
Ciri khas seorang pemimpin kedudukan:
a.       Rasa aman berdasarkan jabatan, bukan bakat
b.      Tingkat ini sering diperoleh dengan pengangkatan.
c.       Orang mengikuti karena mereka harus mengikuti.
d.      Orang tidak mengikuti pemimpin kedudukan melampaui wewenang yang dinyatakan.
e.       Pemimpin kedudukan punya lebih banyak kesulitan kerja dengan sukarelawan, dan orang muda.
2)      Tingkat 2: Izin/Hubungan
a.         Orang yang berada pada tingkat “izin/hubungan” ini akan memimpin dengan saling berhubungan.
b.         Kepemimpinan tumbuh subur dengan hubungan yang berarti, bukan peraturan lebih baik.
c.         Orang mengikuti karena mereka berkeinginan mengikuti.
d.        Orang akan mengikuti melampaui wewenang yang dinyatakan.
e.         Tingkat ini memungkinkan pekerjaan bisa menyenangkan.
3)      Tingkat 3: Produksi/Hasil
a.         Pada tingkat ini segala hal yang baik mulai terjadi. Keuntungan meningkat, moral tinggi, kebutuhan terpenuhi, dan tujuan direalisasi.
b.         Disinilah sukses dirasakan oleh kebanyakan orang
c.         Memimpin dan mempengaruhi orang lain menyenangkan
d.        Masalah terpecahkan dengan usaha minimum, karena adanya momentum.
e.         Orang mengikuti karena apa yang telah pemimpin lakukan untuk organisasinya.
4)      Tingkat 4: Pengembangan Manusia/Reproduksi
a.       Pada tingkat ini pertumbuhan jangka panjang terjadi.
b.      Komitmen untuk mengembangkan pemimpin akan memastikan pertumbuhan yang terus berlangsung bagi organisasi dan orang.
c.       Tanggungjawab utama seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan.
d.      Orang mengikuti karena apa diri pemimpin dan apa yang pemimpin lakukan bagi mereka.
5)      Tingkat 5 : Kemampuan menguasai pribadi/ rasa hormat
a.       Pada tingkat ini orang mengikuti karena siapa diri pemimpin dan apa yang pemimpin wakili
b.      Pada tingkat ini dicadangkan bagi pemimpin yang telah melewatkan waktu bertahun-tahun menumbuhkan orang lain dan organisasi
c.       Hanya sedikit yang berhasil ke tingkat ini
Ada dua hal yang harus dilakukan supaya bisa sampai ke puncak:[7]
1)             Ketahuilah di angkat apa anda berada pada saat ini
2)             Ketahuilah dan terapkan kualitas yang diperlukan untuk menjadi sukses pada setiap tingkat.
Berikut ini beberapa ciri khas yang harus diperhatikan dengan baik sebelum menaikan ke tingkatan yang selanjutnya:[8]

1.      Tingkat 1: Kedudukan/Hak
a.       Ketahuilah diskripsi kerja anda secara menyeluruh.
b.      Ketahuilah sejarah organisasi.
c.       Ceritakan sejarah organisasi kepada orang-orang dalam organisasi.
d.      Terimalah tangungjawab.
e.       Lakukan pekerjaan anda dengan keunggulan yang konsisten.
f.       Kerjakan lebih banyak daripada yang diharapkan.
g.      Tawarkan gagasan kreatif untuk perubahan dan peningkatan.
2.      Tingkat 2: Izin/Hubungan
a.       Milikilah cinta yang sesungguhnya untuk orang lain.
b.      Buatlah mereka yang bekerja dengan anda menjadi sukses.
c.       Lihatlah melalui mata orang lain.
d.      Cintailah orang melebihi prosedur.
e.       Lakukan dengan cara “menang-menang”.
f.       Masukkan orang lain dalam perjalanan anda.
g.      Berurusanlah secara bijaksana dengan orang lain.
3.      Tingkat 3: Produksi/Hasil
a.       Mulailah dan terima tanggungjawab untuk pertumbuhan.
b.      Kembangkan dan ikut pernyataan tujuan.
c.       Jadikan diskripsi kerja dan energi anda bagian integratif dari pernyataan tujuan.
d.      Kembangkan rasa tanggungjawab untuk hasil, dimulai dari diri anda sendiri.
e.       Ketahuilah dan lakukan hal-hal yang memberikan hasil besar.
f.       Komunikasikan strategi dan wawasan organisasi.
g.      Jadilah sarana perubahan dan pahami pengaturan waktu.
4.      Tingkat 4: Pengembangan Manusia/Reproduksi
a.       Sadarilah bahwa manusia adalah aset yang paling berharga.
b.      Tempatkan prioritas pada pengembangan manusia.
c.       Jadilah teladan untuk diikuti orang lain.
d.      Hadapkan pemimpin kunci dengan kesempatan pertumbuhan.
e.       Miliklah kemampuan untuk menarik pemenang/penghasil lain ke tujuan bersama.
f.       Kelilingi diri anda dengan inti bagian dalam yang melengkapi kepemimpinan anda.
5.      Tingkat 5: Kemampuan Menguasai Pribadi/Rasa Hormat
a.       Pengikut anda loyal dan mau berkorban.
b.      Anda telah melewatkan waktu bertahun-tahun membimbing dan mencetak pemimpin.
c.       Anda telah menjadi negarawan/konsultan, dan dicari-cari orang lain.
d.      Kegembiraan anda yang terbesar berasal dari memperhatikan orang lain tumbuh dan berkembang.
e.       Anda mengatasi organisasi.

C.           Mengembangkan Kepemimpinan Dalam Diri Pemimpin
Proses pengembangan kepemimpinan dalam diri pemimpin adalah usaha untuk menemukan/ menjadi pemimpin yang sejati. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).[9]
Menurut Joe Reynold ada tujuh karakteristik umum yang dimiliki oleh para pemimpin yang baik. Tujuh karakteristik ini adalah integritas, kasih sayang, pemahaman, keberanian, komitmen, keyakinan, dan komunikasi. Sifat-sifat itu meresap keseluruh budaya pemimpin, atau organisasi. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan kepemimpinan berkaitan dengan tujuh karakteristik yang telah dijalaskan, yakni:[10]

1)        Integritas: Mencari Kejujuran
Integritas adalah perjuangan yang gigih untuk mencari apa yang benar, bukannya siapa yang benar. Memiliki integritas berarti bersedia menerima tanggungjawab, dan dengan rela memberikan pertanggung-jawaban atas tanggungjawab yang diterimanya tersebut. Integritas  adalah menanggalkan semua topeng yang kita pakai untuk menyembunyikan atau manyangkal ketidaksempurnaan kita.
2)        Kasih Sayang: Sikap yang Bertanggungjawab
Kasih sayang merupakan hasil dari keseimbangan yang produktif dan bertanggungjawab antara individualisme dan kerjasama tim. Pemimpin memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan menyelaraskannya dengan kekuatan orang lain untuk meraih tujuan bersama. Dengan demikian pemimpin mengembangkan keselarasan produktif untuk kepentingan bersama.
3)        Pemahaman: Integrasi Kesadaran dan Pengetahuan
Pemahaman adalah kekuatan persepsi yang arif sehingga membuat seseorang mampu menggunakan informasi secara efektif. Pemahaman mencakup pengertian akan masa lalu, kesadaran akan masa sekarang, dan visi tentang masa depan. Pemahaman merupakan kemampuan untuk mengerti dan menggunakan variable-variable yang selalu berubah, kompleks, dan tidak jelas dengan cara sesederhana dan seproduktif mungkin. Jadi pemimpin mampu mengintegrasikan masa sekarang dengan masa yang akan datang, kemudian memproyeksikannya untuk membentuk masa yang akan datang.
4)        Keberanian: Tulang Punggung untuk Bertindak
Karakteristik yang keempat dari kepemimpinan adalah keberania, yaitu keberanian untuk menindaklanjuti keyakinan-keyakinanmu dengan keteguhan untuk menghadapi tantangan yang terus-menerus; keberanian untuk berkorban dan mengambil risiko serta tidak mementingkan diri sendiri; keberanian untuk memberi, menikmati, dan untuk hidup. Keberanian adalah mengatasi kesulitan dengan gigih dan gembira; dan ini terlihat pada orang-orang yang bergerak kearah sukses, bukannya lari dari kegagalan.
5)        Komitmen: Semangat untuk Mewujudkan Visi
Seseorang yang memiliki komitmen itu lebih kuat dibandigkan banyak orang yang hanya memiliki minat. Tingkat komitmen merupakan kunci yang sangat menentukan. Komitmen tehadap sebuah visi bukanlah mawar tanpa duri, mawarnya adalah pertumbuhan, kontribusi, dan imbalan, sedangkan durinya adalah pengorbanan. Komitmen berarti bahwa apa yang terbaik pada hari ini diharapkan lagi untuk hari esok. Jadi Pemimpin menciptakan komitmen pada diri orang lain dengan persetujuan, bukan paksaan.
6)        Keyakinan: Percaya pada Diri Sendiri dan Orang Lain
Keyakinan merupakan ketergantungan yang kuat pada nilai-nilai, kepercayaan, dan kompetensi diri sendiri maupun orang laain. keyakinan dapat terus dipelihara dengan menggunakan kekuatan dan keahlian yang kita miliki untuk mengembangkan diri sendiri dan orang lain sehingga sedikit lebih maju setiap hari-melangkah selangkah lagi meskipun ragu-ragu, kemudian maju satu langkah lagi. Jadi Pemimpin yang baik mengerti bahwa keyakinan yang diperlihatkan dengan tindakan dapat memberi inspirasi.
7)        Komunikasi: Kekuatan Persuasi
Keyakinan membentuk pandangan yang kuat, dan kemampuan berkomunikasi seorang pemimpin terkait dengan pandangan-pandangannya. Seorang pemimpin yang baik memimpin dengan memberikan contoh, dan mendukung tingkah lakunya dengan persuasi verbal. Agar efektif, bahasa sang pemimpin harus dipercayai ditanggapi. Dengan demikian pemimpin itu harus terhormat dan terpercaya.
Kemudian ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam mengembangkan kepemimpinan di dalam diri pemimpin :[11]
  1. Menentukan Prioriotas
Yakni mendahulukan kepentingan orang lain dari pada dirinya pribadi, dengan mempertimbangkan banyaknya kemaslahatan yang banyak yang ada didalamnya. Menentukan dan mendahulukan sesuatu hal yang lebih penting dan bersifat urgen bagi kepentingan bersama.
  1. Membina Integritas Individu
Sebagaimana dijelaskan diatas, membina dan menumbuhkan integritas yang ada dalam diri, dengan bersikap tegas dan penuh tanggung jawab yang diaplikasikan dalam tingkah laku/ tindakan yang berdasarkan kesesuaian dengan hati nurani dengan penuh keyakinan dan wibawa.
  1. Menciptakan Perubahan Positif
Yang harus diperhatikan juga dalam pengembangan kepemimpinan adalah bagaimana caranya seorang pemimpin dapat menciptakan perubahan yang positif, menjadikan suasana kondusif yang menghasilkan perubahan yang lebih baik dan penuh dengan atmosfir optimis dalam melangkah dan menatap masa depan.
  1. Mengatasi Pemecahan Masalah
Seorang pemimpin juga harus peka dan tanggap terhadap masalah yang ada, dan dituntut untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Oleh karenanya seorang pemimpin harus memiliki skill/ ketrampilan dalam problem solving atau dalam mengambil keputusan untuk memecahkan/ mengambil jalan keluar terhadap suatu masalah yang ada.
  1. Memupuk Sikap Positif
Selain tanggap terhadap masalah yang ada, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat memupuk dan membangun sikap positif yang dimulai dari dalam diri pemimpin itu sendiri dan dari sanalah maka akan timbul aura positif yang akan membawa disekitar/sekelilingnya terbawa menjadi positif pula. Yang akan menciptakan suasana yang penuh dengan semangat yang luar biasa, dan hubungan yang sangat baik antara pemimpin dengan bawahannya.
  1. Mengembangkan Manusia
Mengembangkan manusia yang dimaksud disini adalah mengembangkan potensi yang ada dalam diri dan sumber daya manusia agar mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki.
  1. Memperluas Wawasan
Memperluas wawasan ini merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam mengembangkan kepemimpinan, dengan wawasan inilah yang menjadikan seorang pemimpin memiliki kewibawaan dan kharismatik yang tinggi. Dan upaya meningkatkan intelegensi seorang pemimipin tersebut.
  1. Membina Disiplin Pribadi
Membina disiplin ini juga merupakan faktor yang paling penting dalam mewujudkan kepemimpinan yang baik dan teratur. Dengan disiplin ini maka suatu organisasi atau lembaga kepemimpinan akan terorganisir dengan baik dan teratur. Dan itu dimulai dari dalam diri seorang pemimpin terlebih dahulu. Yang kemudian akan mempengaruhi suasanya disekitarnya.
  1. Melaksanakan Pengembangan Staf.
Salah satu upaya pengembangan kepemimpinan juga yakni melaksanakan pengembangan staf, yaitu mengelola sumber daya manusia yang tidak hanya ditinjau dari segi kuantitas akan tetapi juga dari segi kualitas yang memadai. Dari kualitas maka akan tercipta suatu kerja sama yang terjalin dengan baik.

D.           Pengembangan Kepemimpinan di Lingkungan Pemimpin
Menurut Iyeng Wiraputra yang dimaksud dengan mengembangkan kepemimpinan di lingkungan pemimpin adalah mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimiliki oleh bawahan di lingkungan organisasi atau lembaga. Sebab semua orang di lingkungan organisasi mempunyai potensi untuk memimpin dan memperlihatkan sikap kepemimpinan.[12]
Menurut John C, Maxwell, ada beberapa alasan mengapa seorang pemimpin perlu mengembangkan kepemimpinan di lingkungan pemimpin tersebut, yaitu:
1.        Karena potensi terbesar untuk pertumbuhan perusahaan/ organisasi/ lembaga adalah petumbuhan orang- orangnya.
2.        Pemimpin yang sudah berkembang memperluas dan meningkatkan masa depan organisasi.
3.        Semakin banyak orang yang dipimpin semakin banyak pula pemimpin yang dubutuhkan.
4.        Pemimpin yang membimbing calon pemimpin melipatgandakan efektivitas mereka.
5.        Keberhasilan seorang pemimpin bisa diartikan sebagai penggunaan maksimum kemampuan orang-orang yang ada di bawahnya.
Dalam konteks kepemimpinan di sekolah, kepala sekolah harus mampu menaikkan kemampuan bawahannya. Yang dimaksud dengan menaikkan kemampuan bawahan di sini bukan hanya sebatas kemampuan dalam melaksanakan tugas bawahannya, akan tetapi menaikkan kemampuan memimpin dari bawahannya. Karena menurut Iyeng Wiraputra, semua orang yang ada di lingkungan organisasi mempunyai potensi untuk memimpin dan memperlihatkan sikap kepemimpinan.
Dalam sebuah organisasi, pengembangan kualitas lingkungan sangatlah diperlukan karena dengan semakin baiknya kualitas anggota, maka semakin baik pulalah kinerja serta pencapaian organisasi tersebut. Selain itu, pengembangan kualitas lingkungan organisasi juga dapat menumbuh kembangkan konsolidator dan manajer baru yang memberikan wajah segar terhadap perjalanan roda organisasi.
Organisasi yang baik adalah organisasi yang terus berkembang maju dan menaikkan tingkat orang yang ada di dalamnya. Keberhasilan sebuah organisasi dapat diukur dari prestasi yang sudah dicapai sesuai dengan target yang telah dirumuskan sebelumnya. Jika target pengembangan organisasi tersebut adalah memperbanyak anggota, maka organisasi tersebut bias dikatakan berhasil jika telah berhasil menambah jumlah anggotanya. Dan jika demikian, maka organisasi tersebut akan tubuh menjadi semakin besar, dan semakin banyak pulalah orang yang harus dipimpin. Jika orang yang harus dipimpin semakin banyak, maka semakin banyak pulalah pemimpin yang dibutuhkan organisasi tersebut.
Menurut C. Maxwell, keberhasilan seorang pemimpin dapat diukur dengan penggunaan maksimum potensi serta kemampuan orang-orang yang ada di bawah kepemimpinannya. Ini bererti pemimpin selain harus bisa mengembangkan kepemimpinan di dalam dirinya juga harus bisa mengembangkan kepemimpinan di lingkungannya.[13]
Prinsip-prnsip dalam pengembangan kepemimpinan di lingkungan pemimpin adalah sebagai berikut:[14]
a.       Bersikap menghargai orang lain.
b.      Memberikan komitmen kepada orang lain.
c.       Pengembangan adalah suatu proses maka perlu wakktu.
d.      Memerlukan keahlian tentang manusia.
e.       Menjadi teladan yang bisa diikuti orang lain.
f.       Memimpin orang lain dengan melihat melalui mata mereka.
g.      Pemimpin harus mempedulikan orang sebelum bisa mengembangkan mereka.
Proses pengembangan kepemimpinan bagi bawahan bukanlah sebuah proses yang mudah. Selain membutuhkan strategi dalam pelaksanaannya, pengembangan kepemimpinan bagi bawahan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Proses pengembangan kepemimpinan di lingkungan organisasi dapat dilakukan dengan memberikan contoh atau teladan bagi bawahannya yang dapat ditunjukkan dengan sikap menghargai orang lain, menunjukkan bagaimana bentuk komitmen yang harus dibuktikan kepada orang lain, memperdulikan bawahan, serta menunjukkan semangat dalam mencapai target yang telah disepakati bersama.
Selain itu, proses pengembangan kepemimpinan hanya bisa dilakukan dengan menciptakan iklim organisasi yang kondusif bagi calon pemimpin. Seorang pemimpin harus aktif dalam segala hal terutama dalam memberikan motivasi kepada bawahan, serta, menstabilkan organisasi yang dipimpinnya.[15]
Menurut John Adair, cara mengembangkan kepemimpinan di lingkungan pemimpin dapat dilakukan dengan:[16]
1)      Menciptakan iklim organisasi yang kondusif bagi perkembangan calon pemimpin, yaitu dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
   a. Pemimpin harus aktif;
   b. Harus membangkitkan kegiatan yang produktif;
   c. Harus memberikan dorongan kepada bawahan;
   d. Menciptakan dan memerintahkan perubahan dalam organisasi.
2)      Pendelegasian wewenang, dengan jalan / langkah  sebagai berikut:
a.       Meminta mereka/bawahan agar hanya menjadi penemu fakta.
b.      Meminta mereka memberikan saran.
c.       Meminta mereka melaksanakan salah satu rekomendasi mereka tetapi setelah pemimpin memberikan persetujun.
d.      Meminta mereka mengambil tindakan sendiri, tetapi melaporkan hasilnya seketika.
e.       Memberikan wewenang penuh kepada mereka.

3)      Memberikan motivasi dengan menggunakan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut:
a.       Pemimpin sendiri harus termotivasi.
b.      Pilih orang yang bermotivasi tinggi.
c.       Perlakukan setiap orang sebagai individu yang memiliki pengetahuan, kecakapan, ketrampilan, sikap/nilai-nilai.
d.      Tetapkan sasaran yang realistis dan menantang.
e.       Ingat, kemajuan akan memotivasi.
f.       Ciptakan lingkungan yang memotivasi.
g.      Berikan hadiah yang adil.
h.      Berikan pengakuan.

Tingkat Perkembangan/Pertumbuhan pengembangan kepemimpinan yang terjadi di lingkungan pemimpin dapat digambarkan sebagai berikut:[17]

Tingkat 1:  Sedikit pertumbuhan.
Pada tingkat ini beberapa orang mengalami pertumbuhan pada laju kecepatan yang sangat rendah dan pertumbuhan mereka tidak mempunyai arah. Orang-orang ini hampir-hampir meningkat dengan lambat sekali. Mungkin mereka cakap, tetapi mereka tidak akan cemerlang dalam pekerjaan.

Tingkat 2: Pertumbuhan yang membuat  mereka mampu dalam pekerjaan.
Banyak orang yang tidak mempunyai pengembang yang baik atau keinginan yang kuat untuk pertumbuhan pribadi berhenti di sini dalam proses pertumbuhan. Karena orang secara keliru berkeyakinan bahwa hanya melakukan pekerjaan mereka dengan baik sudah merupakan tujuan akhir dalam perkembangan mereka.

Tingkat 3: Pertumbuhan yang membuat mereka mampu mereproduksi diri sendiri dalam pekerjaan.
Pada tingkat pertumbuhan ini, orang mulai menambahkan nilai mereka sendiri karena mereka bisa melatih orang lain dibidang keahlian mereka, yaitu keahliah teknis, atau keahlian kepemimpinan. Orang yang kuat dalam kedua bidang ini sering bisa menanjak ketingkat berikutnya.


Tingkat 4: Pertumbuhan yang membawa mereka ke tingkat pekerjaan yang lebih tinggi.
Lompatan dari Tingkat 3 ke Tingkat 4 sulit. Ini mengharuskan orang bersedia membaktikan dirinya kepada pertumbuhan kepribadian maupun profesional. Sementara mereka bisa memperluas pemikiran dan pengalamannya, mereka menjadi lebih mampu dan berharga bagi organisasi dan pemimpin.

Tingkat 5: Pertumbuhan yang memungkinkan mereka membawa orang lain lebih tinggi.
Pada tingkat inilah pemimpin besar mulai muncul. Mereka itu adalah pengembang anak buah yang sesungguhnya, dan mereka tidak lagi menambahkan nilai kepada pemimpin dan organisasi – mereka melipatgandakannya.

Tingkat 6: Pertumbuhan yang memungkinkan mereka bisa menangani pekerjaan apa saja.
Orang yang berkembang sampai ke tingkat ini sangat jarang. Orang-orang ini adalah pemimpin yang bisa berhasil di mana saja. Dan mereka mempunyai keahlian serta kemampuan yang mengatasi bidang bidang atau industri tertentu apa saja.


BAB III
PENUTUP

Menurut Abraham Maslow kepemimpinan adalah mewujudkan potensi diri sepenuhnya serta membantu orang lain untuk mewujudkan potensi mereka. Ini lah yang akan menjadi pembahasan mendalam kita mengenai pengembangan kepemimpinan, dimana pemimpin selain memiliki potensi dan membantu orang lain mewujudkan potensinya serta bagaimana potensi dirinya dan orang yang dipimpinnya senantiasa pula ikut berkembang.
Menurut C. Maxwell, keberhasilan seorang pemimpin dapat diukur dengan penggunaan maksimum potensi serta kemampuan orang-orang yang ada di bawah kepemimpinannya. Ini bererti pemimpin selain harus bisa mengembangkan kepemimpinan di dalam dirinya juga harus bisa mengembangkan kepemimpinan di lingkungannya
Disadari atau tidak, sebuah organisasi tentu selalu mengalami dinamika yang berubah. Perkembangan organisasi sewaktu-waktu bisa naik dengan pesat, namun juga bisa terjun bebas dengan sangat cepat. Perkembangan tersebut sangat bergantung pada perkembangan masyarakat yang ada dalam organisasi tersebut. Karena itulah, dibutuhkan seorang pemimpin yang tidak hanya mampu dalam hal manajerial organisasi semata, tetapi harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan masyarakat yang ada dalam organisasi tersebut. Dengan demikian, sebuah organisasi dapat bergerak dinamis dan mampu bertahan dengan baik di tengah tantangan dan halangan yang sedang dihadapi.



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Hadari Nawawi & Martin Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, Yogyakarta: Gajah Mada University Press: 2006
Hand Out 13, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan Kepemimpinan di dalam Diri Anda (Pemimpin).
Hand Out 14, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan Kepemimpinan di Lingkungan Pemimpin.
http://ruko-tarbiyah.blogspot.com di unduh pada tanggal 1 Desesmber 2013 pukul 21.00 WIB.
Reynold Joy, Kepemimpinan Garis Terdepan, Yoyakarta: Aditya Media.


[1] Hadari Nawawi & Martin Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press: 2006), hal. 9.
[2] http://ruko-tarbiyah.blogspot.com/2011/05/mengembangkan-kepemimpinan-di-dalam.html di unduh pada tanggal 1 Desesmber 2013 pukul 21.00 WIB.
[3] Reynold Joy, Kepemimpinan Garis Terdepan, (Yoyakarta: Aditya Media), hlm. 14.
[4] Hand Out 13, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan Kepemimpinan di dalam Diri Anda (Pemimpin), hlm. 1.
[5] Reynold Joy, Kepemimpinan Garis...................., hlm.15.
[6] Hand Out 13, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan .................., hlm. 1.
[7] Ibid, hal. 1.
[8] Ibid, hal. 2.
[9] Reynold Joy, Kepemimpinan Garis.............., hlm. 33.
[10] Ibid, hal. 34-35.
[11] Hand Out 13, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan .................., hlm. 2.
[12] Hand Out 14, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan Kepemimpinan di Lingkungan Pemimpin, hlm. 1.

[13] Internet
[14] Hand Out 14, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan Kepemimpinan..........., hlm. 1.

[15] Internet
[16] Hand Out 14, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan Kepemimpinan..........., hlm. 1.

[17] Ibid, hal.2.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Terima kasih, tulisannya bagus dan bermanfaat khususnya orang seperti sy. semoga bnyk lg tulisan2 yang bagus.

Posting Komentar