MAKALAH
Pengembangan
Kepemimpinan di dalam dan di luar Diri Pemimpin
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Leadership
Dosen Pengampu: Drs. Nur Hamidi, MA
Disusun
Oleh:
Khanifah Inabah (11411022)
Ahmad Zaenurrohman (11411021)
Retno Dewi P. (11411023)
PAI V A
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seorang
pemimpin mempunyai potensinya masing-masing. Potensi yang dimiliki seorang
pemimpin ini harus terus dikembangkan, baik yang ada didalam dirinya sendiri
maupun dilingkungan yang dipimpinnya. Dengan adanya pengembangan tersebut
membuat pemimpin ingat bahwasannya untuk menjadi pemimpin yang baik atau
pemimpin yang sejati itu diperlukan usaha termasuk mengembangkan yang ada
didalam dirinya. Karena menjadi pemimpin
sejati itu bukan terletak pada gelar atau jabatan yang diberikan melainkan
sebuah kelahiran dari proses
panjang perubahan dalam diri seseorang dan tumbuh serta berkembang dari dalam diri seseorang.
Tetapi perlu diingat,
dalam memimpin tidak cukup hanya mengembangkan apa yang ada didalam dirinya
tersebut. Pemimpin juga harus mampu mengembangkan kepemimpinan di lingkungan
pemimpin termasuk anggota
dibawahannya. Hal ini sangat perlu dilakukan bagi seorang pemimpin karena
dengan mengembangkan kepemimpinan di lingkungan
pemimpin itu sama saja dengan mengembangkan potensi kepemimpinan yang dimiliki
oleh bawahan di lingkungan organisasi atau lembaga. Sebab semua orang di
lingkungan organisasi mempunyai potensi untuk memimpin dan memperlihatkan sikap
kepemimpinan melihat sekalipunitu
seorang bawahan.
Untuk itulah dalam
makalah ini akan dibahas mengenai pengembangan kepemimpinan didalam diri
pemimpin dan pengembangan dilingkungan pemimpin.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar
belakang masalah yang telah diuraikan tersebut, dan agar permasalahan lebih
mudah untuk dibahas, maka dalam makalah ini penulis merumuskan beberapa pokok,
seperti:
1.
Apa pengertian pengembangan kepemimpinan?
2.
Bagaimana tahapan pengembangan kepemimpinan?
3.
Bagaimana pengembangan kepemimpinan dalam diri pemimpin?
4.
Bagaimana pengembangan kepemimpinan di lingkungan pemimpin?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pengembangan Kepemimpinan
Banyak ditemui
definisi mengenai apa itu kepemimpinan, salah satunya Kepemimpinan dapat
dartikan sebagai kemampuan mendorong sejumlah orang (dua orang atau lebih) agar
bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terarah dalam tujuan
bersama.[1]
Kepemimpinan dapat pula diidentikan dengan
pengaruh. Kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh pengikut. Setiap orang
mempengaruhi seseorang, kita masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi orang
lain. Itu berarti bahwa kita semua memimpin dalam beberapa bidang sementara
dalam bidang lainnya kita dipimpin. Kekuasaan untuk membantu para pemimpin maju
adalah komunikasi, pengakuan dan pengaruh.[2]
Menurut Abraham Maslow kepemimpinan adalah
mewujudkan potensi diri sepenuhnya serta membantu orang lain untuk mewujudkan
potensi mereka.[3]
Ini lah yang akan menjadi pembahasan mendalam kita mengenai pengembangan
kepemimpinan, dimana pemimpin selain memiliki potensi dan membantu orang lain
mewujudkan potensinya serta bagaimana potensi dirinya dan orang yang
dipimpinnya senantiasa pula ikut berkembang.
Pengembangan kepemimpinan adalah usaha untuk
meningkatkan kemampuan kepemimpinan ketingkat yang lebih tingi. Inti dari
kepemimpinan adalah pengaruh, yaitu kemampuan untuk mendapatkan pengikut.
Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar orang lain mau mengikuti dengan
rela dan sadar, inilah yang perlu dikembangkan mulai dari tigkat awal sampai
ketingkat yang paling tinggi.[4]
Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell,”
The only way that I can keep leading is to keep growing. The the day I stop
growing, somebody else takes the leadership baton. That is way it always it.”
Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa
bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih
kepemimpinan tersebut.
Joe Reynolds (seorang
president Leadership Dynamic, Inc., sebuah perusahaan konsultan/ pelatihan yang
bermarkas di Houston, Texas) mengungkapkan terkait tentang pengembangan
kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang positif,
selalu berusaha untuk mewujudkan visi pribadi akan hasil terbaik dengan bekerja
sama saling menguntungkan dengan orang lain. Kepemimpinan yang positif
mencakup:
1.
Tindakan
individu-individu yang produktif dan bertanggung jawab oleh pemimpin maupun pengikutnya.
2.
Kontribusi
untuk diri sendiri, masyarakat, organisasi, Negara, dan seluruh umat manusia.
3.
Pemimpin dan
pengikut melakukan apa yang mereka ingin lakukan disamping menjadi apa yang
mereka cita-citakan.
4.
Resiko dan
pengorbanan.[5]
B.
Tahapan
Pengembangan Kepemimpinan
Dalam pengembangan kepemimpinan terdapat
beberapa tahap atau tingkat kepemimpinan. Menurut John C. Maxwell, membagi
tingkat kepemimpinan menjadi lima tahap atau tingkat, yaitu:[6]
1)
Tingkat 1,
Kedudukan/Hak
Ini adalah tingkat kepemimpinan awal yang
mendasar. Satu-satunya pengaruh yang dimiliki adalah yang dibawa oleh jabatan.
Orang yang berada pada tingkat ini memasuki peta hak wilayah, protokol,
tradisi, organisasi, dan mungkin dia punya wewenang. Tetapi kepemimpinan yang
sesungguhnya lebih dari hanya memiliki wewenang. Kepemimpinan yang sesungguhnya
adalah menjadi orang yang dikuti orang lain dengan senang hati dan penuh
keyakinan.
Ciri khas seorang pemimpin kedudukan:
a.
Rasa aman
berdasarkan jabatan, bukan bakat
b.
Tingkat ini
sering diperoleh dengan pengangkatan.
c.
Orang mengikuti
karena mereka harus mengikuti.
d.
Orang tidak
mengikuti pemimpin kedudukan melampaui wewenang yang dinyatakan.
e.
Pemimpin
kedudukan punya lebih banyak kesulitan kerja dengan sukarelawan, dan orang
muda.
2)
Tingkat 2:
Izin/Hubungan
a.
Orang yang
berada pada tingkat “izin/hubungan” ini akan memimpin dengan saling
berhubungan.
b.
Kepemimpinan
tumbuh subur dengan hubungan yang berarti, bukan peraturan lebih baik.
c.
Orang mengikuti
karena mereka berkeinginan mengikuti.
d.
Orang akan
mengikuti melampaui wewenang yang dinyatakan.
e.
Tingkat ini
memungkinkan pekerjaan bisa menyenangkan.
3)
Tingkat 3:
Produksi/Hasil
a.
Pada tingkat
ini segala hal yang baik mulai terjadi. Keuntungan meningkat, moral tinggi,
kebutuhan terpenuhi, dan tujuan direalisasi.
b.
Disinilah
sukses dirasakan oleh kebanyakan orang
c.
Memimpin dan
mempengaruhi orang lain menyenangkan
d.
Masalah
terpecahkan dengan usaha minimum, karena adanya momentum.
e.
Orang mengikuti
karena apa yang telah pemimpin lakukan untuk organisasinya.
4)
Tingkat 4:
Pengembangan Manusia/Reproduksi
a.
Pada tingkat
ini pertumbuhan jangka panjang terjadi.
b.
Komitmen untuk
mengembangkan pemimpin akan memastikan pertumbuhan yang terus berlangsung bagi
organisasi dan orang.
c.
Tanggungjawab
utama seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan
pekerjaan.
d.
Orang mengikuti
karena apa diri pemimpin dan apa yang pemimpin lakukan bagi mereka.
5)
Tingkat 5 :
Kemampuan menguasai pribadi/ rasa hormat
a.
Pada tingkat
ini orang mengikuti karena siapa diri pemimpin dan apa yang pemimpin wakili
b.
Pada tingkat
ini dicadangkan bagi pemimpin yang telah melewatkan waktu bertahun-tahun
menumbuhkan orang lain dan organisasi
c.
Hanya sedikit
yang berhasil ke tingkat ini
Ada dua hal yang harus dilakukan supaya bisa
sampai ke puncak:[7]
1)
Ketahuilah di
angkat apa anda berada pada saat ini
2)
Ketahuilah dan
terapkan kualitas yang diperlukan untuk menjadi sukses pada setiap tingkat.
Berikut ini beberapa ciri khas yang harus
diperhatikan dengan baik sebelum menaikan ke tingkatan yang selanjutnya:[8]
1.
Tingkat 1: Kedudukan/Hak
a.
Ketahuilah
diskripsi kerja anda secara menyeluruh.
b.
Ketahuilah sejarah
organisasi.
c.
Ceritakan
sejarah organisasi kepada orang-orang dalam organisasi.
d.
Terimalah
tangungjawab.
e.
Lakukan
pekerjaan anda dengan keunggulan yang konsisten.
f.
Kerjakan lebih
banyak daripada yang diharapkan.
g.
Tawarkan
gagasan kreatif untuk perubahan dan peningkatan.
2.
Tingkat 2: Izin/Hubungan
a.
Milikilah cinta
yang sesungguhnya untuk orang lain.
b.
Buatlah mereka
yang bekerja dengan anda menjadi sukses.
c.
Lihatlah
melalui mata orang lain.
d.
Cintailah orang
melebihi prosedur.
e.
Lakukan dengan
cara “menang-menang”.
f.
Masukkan orang
lain dalam perjalanan anda.
g.
Berurusanlah
secara bijaksana dengan orang lain.
3.
Tingkat 3: Produksi/Hasil
a.
Mulailah dan
terima tanggungjawab untuk pertumbuhan.
b.
Kembangkan dan
ikut pernyataan tujuan.
c.
Jadikan
diskripsi kerja dan energi anda bagian integratif dari pernyataan tujuan.
d.
Kembangkan rasa
tanggungjawab untuk hasil, dimulai dari diri anda sendiri.
e.
Ketahuilah dan
lakukan hal-hal yang memberikan hasil besar.
f.
Komunikasikan
strategi dan wawasan organisasi.
g.
Jadilah sarana
perubahan dan pahami pengaturan waktu.
4.
Tingkat 4: Pengembangan Manusia/Reproduksi
a.
Sadarilah bahwa
manusia adalah aset yang paling berharga.
b.
Tempatkan
prioritas pada pengembangan manusia.
c.
Jadilah teladan
untuk diikuti orang lain.
d.
Hadapkan
pemimpin kunci dengan kesempatan pertumbuhan.
e.
Miliklah
kemampuan untuk menarik pemenang/penghasil lain ke tujuan bersama.
f.
Kelilingi diri
anda dengan inti bagian dalam yang melengkapi kepemimpinan anda.
5.
Tingkat 5: Kemampuan Menguasai Pribadi/Rasa
Hormat
a.
Pengikut anda
loyal dan mau berkorban.
b.
Anda telah
melewatkan waktu bertahun-tahun membimbing dan mencetak pemimpin.
c.
Anda telah
menjadi negarawan/konsultan, dan dicari-cari orang lain.
d.
Kegembiraan
anda yang terbesar berasal dari memperhatikan orang lain tumbuh dan berkembang.
e.
Anda mengatasi
organisasi.
C.
Mengembangkan
Kepemimpinan Dalam Diri Pemimpin
Proses pengembangan
kepemimpinan dalam diri pemimpin adalah usaha untuk menemukan/ menjadi pemimpin
yang sejati. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil
dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang.
Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari
proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi
dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan
membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya
mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya
mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir
menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang
diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri
seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the
inside out).[9]
Menurut Joe Reynold ada tujuh karakteristik
umum yang dimiliki oleh para pemimpin yang baik. Tujuh karakteristik ini adalah
integritas, kasih sayang, pemahaman, keberanian, komitmen, keyakinan, dan
komunikasi. Sifat-sifat itu meresap keseluruh budaya pemimpin, atau organisasi. Berikut hal-hal yang harus
diperhatikan dalam pengembangan kepemimpinan berkaitan dengan tujuh
karakteristik yang telah dijalaskan, yakni:[10]
1)
Integritas: Mencari
Kejujuran
Integritas adalah perjuangan yang gigih untuk
mencari apa yang benar, bukannya siapa yang benar. Memiliki integritas berarti
bersedia menerima tanggungjawab, dan dengan rela memberikan pertanggung-jawaban
atas tanggungjawab yang diterimanya tersebut. Integritas adalah
menanggalkan semua topeng yang kita pakai untuk menyembunyikan atau manyangkal
ketidaksempurnaan kita.
2)
Kasih Sayang: Sikap yang
Bertanggungjawab
Kasih sayang merupakan hasil dari keseimbangan
yang produktif dan bertanggungjawab antara individualisme dan kerjasama tim.
Pemimpin memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan menyelaraskannya dengan
kekuatan orang lain untuk meraih tujuan bersama. Dengan demikian pemimpin
mengembangkan keselarasan produktif untuk kepentingan bersama.
3)
Pemahaman: Integrasi
Kesadaran dan Pengetahuan
Pemahaman adalah kekuatan persepsi yang arif
sehingga membuat seseorang mampu menggunakan informasi secara efektif.
Pemahaman mencakup pengertian akan masa lalu, kesadaran akan masa sekarang, dan
visi tentang masa depan. Pemahaman merupakan kemampuan untuk mengerti dan
menggunakan variable-variable yang selalu berubah, kompleks, dan tidak jelas
dengan cara sesederhana dan seproduktif mungkin. Jadi pemimpin mampu
mengintegrasikan masa sekarang dengan masa yang akan datang, kemudian
memproyeksikannya untuk membentuk masa yang akan datang.
4)
Keberanian: Tulang
Punggung untuk Bertindak
Karakteristik yang keempat dari kepemimpinan
adalah keberania, yaitu keberanian untuk menindaklanjuti keyakinan-keyakinanmu
dengan keteguhan untuk menghadapi tantangan yang terus-menerus; keberanian
untuk berkorban dan mengambil risiko serta tidak mementingkan diri sendiri;
keberanian untuk memberi, menikmati, dan untuk hidup. Keberanian adalah
mengatasi kesulitan dengan gigih dan gembira; dan ini terlihat pada orang-orang
yang bergerak kearah sukses, bukannya lari dari kegagalan.
5)
Komitmen: Semangat untuk
Mewujudkan Visi
Seseorang yang memiliki komitmen itu lebih kuat
dibandigkan banyak orang yang hanya memiliki minat. Tingkat komitmen merupakan
kunci yang sangat menentukan. Komitmen tehadap sebuah visi bukanlah mawar tanpa
duri, mawarnya adalah pertumbuhan, kontribusi, dan imbalan, sedangkan durinya
adalah pengorbanan. Komitmen berarti bahwa apa yang terbaik pada hari ini
diharapkan lagi untuk hari esok. Jadi Pemimpin menciptakan komitmen pada diri
orang lain dengan persetujuan, bukan paksaan.
6)
Keyakinan: Percaya pada
Diri Sendiri dan Orang Lain
Keyakinan merupakan ketergantungan yang kuat
pada nilai-nilai, kepercayaan, dan kompetensi diri sendiri maupun orang laain.
keyakinan dapat terus dipelihara dengan menggunakan kekuatan dan keahlian yang
kita miliki untuk mengembangkan diri sendiri dan orang lain sehingga sedikit
lebih maju setiap hari-melangkah selangkah lagi meskipun ragu-ragu, kemudian
maju satu langkah lagi. Jadi Pemimpin yang baik mengerti bahwa keyakinan yang
diperlihatkan dengan tindakan dapat memberi inspirasi.
7)
Komunikasi: Kekuatan
Persuasi
Keyakinan membentuk pandangan yang kuat, dan
kemampuan berkomunikasi seorang pemimpin terkait dengan pandangan-pandangannya.
Seorang pemimpin yang baik memimpin dengan memberikan contoh, dan mendukung
tingkah lakunya dengan persuasi verbal. Agar efektif, bahasa sang pemimpin
harus dipercayai ditanggapi. Dengan demikian pemimpin itu harus terhormat dan
terpercaya.
Kemudian ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dan dilakukan dalam mengembangkan kepemimpinan di dalam diri
pemimpin :[11]
- Menentukan Prioriotas
Yakni mendahulukan kepentingan orang lain dari
pada dirinya pribadi, dengan mempertimbangkan banyaknya kemaslahatan yang banyak
yang ada didalamnya. Menentukan dan mendahulukan sesuatu hal yang lebih penting
dan bersifat urgen bagi kepentingan bersama.
- Membina Integritas Individu
Sebagaimana dijelaskan diatas, membina dan
menumbuhkan integritas yang ada dalam diri, dengan bersikap tegas dan penuh
tanggung jawab yang diaplikasikan dalam tingkah laku/ tindakan yang berdasarkan
kesesuaian dengan hati nurani dengan penuh keyakinan dan wibawa.
- Menciptakan Perubahan Positif
Yang harus diperhatikan juga dalam pengembangan
kepemimpinan adalah bagaimana caranya seorang pemimpin dapat menciptakan
perubahan yang positif, menjadikan suasana kondusif yang menghasilkan perubahan
yang lebih baik dan penuh dengan atmosfir optimis dalam melangkah dan menatap
masa depan.
- Mengatasi Pemecahan Masalah
Seorang pemimpin juga harus peka dan tanggap
terhadap masalah yang ada, dan dituntut untuk dapat memecahkan masalah
tersebut. Oleh karenanya seorang pemimpin harus memiliki skill/
ketrampilan dalam problem solving atau dalam mengambil keputusan untuk
memecahkan/ mengambil jalan keluar terhadap suatu masalah yang ada.
- Memupuk Sikap Positif
Selain tanggap terhadap masalah yang ada,
seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat memupuk dan membangun sikap positif
yang dimulai dari dalam diri pemimpin itu sendiri dan dari sanalah maka akan
timbul aura positif yang akan membawa disekitar/sekelilingnya terbawa menjadi
positif pula. Yang akan menciptakan suasana yang penuh dengan semangat yang
luar biasa, dan hubungan yang sangat baik antara pemimpin dengan bawahannya.
- Mengembangkan Manusia
Mengembangkan manusia yang dimaksud disini
adalah mengembangkan potensi yang ada dalam diri dan sumber daya manusia agar
mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki.
- Memperluas Wawasan
Memperluas wawasan ini merupakan salah satu
faktor yang terpenting dalam mengembangkan kepemimpinan, dengan wawasan inilah
yang menjadikan seorang pemimpin memiliki kewibawaan dan kharismatik yang
tinggi. Dan upaya meningkatkan intelegensi seorang pemimipin tersebut.
- Membina Disiplin Pribadi
Membina disiplin ini juga merupakan faktor yang
paling penting dalam mewujudkan kepemimpinan yang baik dan teratur. Dengan
disiplin ini maka suatu organisasi atau lembaga kepemimpinan akan terorganisir
dengan baik dan teratur. Dan itu dimulai dari dalam diri seorang pemimpin
terlebih dahulu. Yang kemudian akan mempengaruhi suasanya disekitarnya.
- Melaksanakan Pengembangan Staf.
Salah satu upaya pengembangan kepemimpinan juga
yakni melaksanakan pengembangan staf, yaitu mengelola sumber daya manusia yang
tidak hanya ditinjau dari segi kuantitas akan tetapi juga dari segi kualitas
yang memadai. Dari kualitas maka akan tercipta suatu kerja sama yang terjalin
dengan baik.
D.
Pengembangan
Kepemimpinan di Lingkungan Pemimpin
Menurut Iyeng Wiraputra yang dimaksud dengan
mengembangkan kepemimpinan di lingkungan pemimpin adalah mengembangkan potensi
kepemimpinan yang dimiliki oleh bawahan di lingkungan organisasi atau lembaga.
Sebab semua orang di lingkungan organisasi mempunyai potensi untuk memimpin dan
memperlihatkan sikap kepemimpinan.[12]
Menurut John C, Maxwell, ada beberapa alasan
mengapa seorang pemimpin perlu mengembangkan kepemimpinan di lingkungan
pemimpin tersebut, yaitu:
1.
Karena potensi
terbesar untuk pertumbuhan perusahaan/ organisasi/ lembaga adalah petumbuhan orang-
orangnya.
2.
Pemimpin yang
sudah berkembang memperluas dan meningkatkan masa depan organisasi.
3.
Semakin banyak
orang yang dipimpin semakin banyak pula pemimpin yang dubutuhkan.
4.
Pemimpin yang
membimbing calon pemimpin melipatgandakan efektivitas mereka.
5.
Keberhasilan
seorang pemimpin bisa diartikan sebagai penggunaan maksimum kemampuan
orang-orang yang ada di bawahnya.
Dalam konteks kepemimpinan di sekolah, kepala
sekolah harus mampu menaikkan kemampuan bawahannya. Yang dimaksud dengan
menaikkan kemampuan bawahan di sini bukan hanya sebatas kemampuan dalam
melaksanakan tugas bawahannya, akan tetapi menaikkan kemampuan memimpin dari
bawahannya. Karena menurut Iyeng Wiraputra, semua orang yang ada di lingkungan
organisasi mempunyai potensi untuk memimpin dan memperlihatkan sikap
kepemimpinan.
Dalam sebuah organisasi, pengembangan kualitas
lingkungan sangatlah diperlukan karena dengan semakin baiknya kualitas anggota,
maka semakin baik pulalah kinerja serta pencapaian organisasi tersebut. Selain
itu, pengembangan kualitas lingkungan organisasi juga dapat menumbuh kembangkan
konsolidator dan manajer baru yang memberikan wajah segar terhadap perjalanan
roda organisasi.
Organisasi yang baik adalah organisasi yang
terus berkembang maju dan menaikkan tingkat orang yang ada di dalamnya.
Keberhasilan sebuah organisasi dapat diukur dari prestasi yang sudah dicapai
sesuai dengan target yang telah dirumuskan sebelumnya. Jika target pengembangan
organisasi tersebut adalah memperbanyak anggota, maka organisasi tersebut bias dikatakan
berhasil jika telah berhasil menambah jumlah anggotanya. Dan jika demikian,
maka organisasi tersebut akan tubuh menjadi semakin besar, dan semakin banyak
pulalah orang yang harus dipimpin. Jika orang yang harus dipimpin semakin
banyak, maka semakin banyak pulalah pemimpin yang dibutuhkan organisasi
tersebut.
Menurut C. Maxwell, keberhasilan seorang
pemimpin dapat diukur dengan penggunaan maksimum potensi serta kemampuan
orang-orang yang ada di bawah kepemimpinannya. Ini bererti pemimpin selain
harus bisa mengembangkan kepemimpinan di dalam dirinya juga harus bisa
mengembangkan kepemimpinan di lingkungannya.[13]
Prinsip-prnsip dalam pengembangan kepemimpinan
di lingkungan pemimpin adalah sebagai berikut:[14]
a.
Bersikap menghargai
orang lain.
b.
Memberikan
komitmen kepada orang lain.
c.
Pengembangan
adalah suatu proses maka perlu wakktu.
d.
Memerlukan
keahlian tentang manusia.
e.
Menjadi teladan
yang bisa diikuti orang lain.
f.
Memimpin orang
lain dengan melihat melalui mata mereka.
g.
Pemimpin harus
mempedulikan orang sebelum bisa mengembangkan mereka.
Proses pengembangan kepemimpinan bagi bawahan
bukanlah sebuah proses yang mudah. Selain membutuhkan strategi dalam
pelaksanaannya, pengembangan kepemimpinan bagi bawahan membutuhkan waktu yang
tidak singkat. Proses pengembangan kepemimpinan di lingkungan organisasi dapat
dilakukan dengan memberikan contoh atau teladan bagi bawahannya yang dapat
ditunjukkan dengan sikap menghargai orang lain, menunjukkan bagaimana bentuk
komitmen yang harus dibuktikan kepada orang lain, memperdulikan bawahan, serta
menunjukkan semangat dalam mencapai target yang telah disepakati bersama.
Selain itu, proses pengembangan kepemimpinan
hanya bisa dilakukan dengan menciptakan iklim organisasi yang kondusif bagi
calon pemimpin. Seorang pemimpin harus aktif dalam segala hal terutama dalam
memberikan motivasi kepada bawahan, serta, menstabilkan organisasi yang
dipimpinnya.[15]
Menurut John Adair, cara mengembangkan
kepemimpinan di lingkungan pemimpin dapat dilakukan dengan:[16]
1)
Menciptakan
iklim organisasi yang kondusif bagi perkembangan calon pemimpin, yaitu dengan
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a.
Pemimpin harus aktif;
b.
Harus membangkitkan kegiatan yang produktif;
c.
Harus memberikan dorongan kepada bawahan;
d.
Menciptakan dan memerintahkan perubahan dalam organisasi.
2)
Pendelegasian
wewenang, dengan jalan / langkah sebagai
berikut:
a.
Meminta mereka/bawahan
agar hanya menjadi penemu fakta.
b.
Meminta mereka
memberikan saran.
c.
Meminta mereka
melaksanakan salah satu rekomendasi mereka tetapi setelah pemimpin memberikan persetujun.
d.
Meminta mereka
mengambil tindakan sendiri, tetapi melaporkan hasilnya seketika.
e.
Memberikan
wewenang penuh kepada mereka.
3)
Memberikan
motivasi dengan menggunakan prinsip-prinsip motivasi sebagai berikut:
a.
Pemimpin
sendiri harus termotivasi.
b.
Pilih orang
yang bermotivasi tinggi.
c.
Perlakukan setiap
orang sebagai individu yang memiliki pengetahuan, kecakapan, ketrampilan,
sikap/nilai-nilai.
d.
Tetapkan
sasaran yang realistis dan menantang.
e.
Ingat, kemajuan
akan memotivasi.
f.
Ciptakan
lingkungan yang memotivasi.
g.
Berikan hadiah
yang adil.
h.
Berikan
pengakuan.
Tingkat Perkembangan/Pertumbuhan pengembangan
kepemimpinan yang terjadi di lingkungan pemimpin dapat digambarkan sebagai
berikut:[17]
Tingkat 1:
Sedikit pertumbuhan.
Pada tingkat ini beberapa orang mengalami
pertumbuhan pada laju kecepatan yang sangat rendah dan pertumbuhan mereka tidak
mempunyai arah. Orang-orang ini hampir-hampir meningkat dengan lambat sekali.
Mungkin mereka cakap, tetapi mereka tidak akan cemerlang dalam pekerjaan.
Tingkat 2: Pertumbuhan yang membuat mereka mampu dalam pekerjaan.
Banyak orang yang tidak mempunyai pengembang
yang baik atau keinginan yang kuat untuk pertumbuhan pribadi berhenti di sini
dalam proses pertumbuhan. Karena orang secara keliru berkeyakinan bahwa hanya
melakukan pekerjaan mereka dengan baik sudah merupakan tujuan akhir dalam
perkembangan mereka.
Tingkat 3: Pertumbuhan yang membuat mereka
mampu mereproduksi diri sendiri dalam pekerjaan.
Pada tingkat pertumbuhan ini, orang mulai
menambahkan nilai mereka sendiri karena mereka bisa melatih orang lain dibidang
keahlian mereka, yaitu keahliah teknis, atau keahlian kepemimpinan. Orang yang
kuat dalam kedua bidang ini sering bisa menanjak ketingkat berikutnya.
Tingkat 4: Pertumbuhan yang membawa mereka ke
tingkat pekerjaan yang lebih tinggi.
Lompatan dari Tingkat 3 ke Tingkat 4 sulit. Ini
mengharuskan orang bersedia membaktikan dirinya kepada pertumbuhan kepribadian
maupun profesional. Sementara mereka bisa memperluas pemikiran dan
pengalamannya, mereka menjadi lebih mampu dan berharga bagi organisasi dan
pemimpin.
Tingkat 5: Pertumbuhan yang memungkinkan mereka
membawa orang lain lebih tinggi.
Pada tingkat inilah pemimpin besar mulai
muncul. Mereka itu adalah pengembang anak buah yang sesungguhnya, dan mereka
tidak lagi menambahkan nilai kepada pemimpin dan organisasi – mereka
melipatgandakannya.
Tingkat 6: Pertumbuhan yang memungkinkan mereka
bisa menangani pekerjaan apa saja.
Orang yang berkembang sampai ke tingkat ini
sangat jarang. Orang-orang ini adalah pemimpin yang bisa berhasil di mana saja.
Dan mereka mempunyai keahlian serta kemampuan yang mengatasi bidang bidang atau
industri tertentu apa saja.
BAB III
PENUTUP
Menurut Abraham Maslow kepemimpinan adalah
mewujudkan potensi diri sepenuhnya serta membantu orang lain untuk mewujudkan
potensi mereka. Ini lah yang akan menjadi pembahasan mendalam kita mengenai
pengembangan kepemimpinan, dimana pemimpin selain memiliki potensi dan membantu
orang lain mewujudkan potensinya serta bagaimana potensi dirinya dan orang yang
dipimpinnya senantiasa pula ikut berkembang.
Menurut C. Maxwell, keberhasilan seorang
pemimpin dapat diukur dengan penggunaan maksimum potensi serta kemampuan
orang-orang yang ada di bawah kepemimpinannya. Ini bererti pemimpin selain
harus bisa mengembangkan kepemimpinan di dalam dirinya juga harus bisa
mengembangkan kepemimpinan di lingkungannya
Disadari atau tidak, sebuah organisasi tentu
selalu mengalami dinamika yang berubah. Perkembangan organisasi sewaktu-waktu
bisa naik dengan pesat, namun juga bisa terjun bebas dengan sangat cepat.
Perkembangan tersebut sangat bergantung pada perkembangan masyarakat yang ada
dalam organisasi tersebut. Karena itulah, dibutuhkan seorang pemimpin yang
tidak hanya mampu dalam hal manajerial organisasi semata, tetapi harus memiliki
kemampuan untuk mengembangkan masyarakat yang ada dalam organisasi tersebut.
Dengan demikian, sebuah organisasi dapat bergerak dinamis dan mampu bertahan
dengan baik di tengah tantangan dan halangan yang sedang dihadapi.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Hadari Nawawi
& Martin Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, Yogyakarta: Gajah Mada
University Press: 2006
Hand Out 13, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan
Kepemimpinan di dalam Diri Anda (Pemimpin).
Hand Out 14, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan
Kepemimpinan di Lingkungan Pemimpin.
http://ruko-tarbiyah.blogspot.com di unduh pada tanggal 1 Desesmber
2013 pukul 21.00 WIB.
Reynold Joy, Kepemimpinan Garis Terdepan,
Yoyakarta: Aditya Media.
[1] Hadari Nawawi
& Martin Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, (Yogyakarta: Gajah Mada
University Press: 2006), hal. 9.
[2] http://ruko-tarbiyah.blogspot.com/2011/05/mengembangkan-kepemimpinan-di-dalam.html di unduh pada
tanggal 1 Desesmber 2013 pukul 21.00 WIB.
[4] Hand Out 13, (Drs. Nur Hamidi), Mengembangkan
Kepemimpinan di dalam Diri Anda (Pemimpin), hlm. 1.
[13] Internet
[15] Internet
1 komentar:
Terima kasih, tulisannya bagus dan bermanfaat khususnya orang seperti sy. semoga bnyk lg tulisan2 yang bagus.
Posting Komentar