MAKALAH
“Penciptaan
Alam (Tata Surya) – Gerhana”
Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu: Luluk Maulu’ah M.Si
Disusun
Oleh:
Riyanto (11411009)
M. Heri Saputra (11411015)
Khanifah Inabah (11411022)
Retno Dewi P. (11411023)
Malikhah (11410135)
Eko Gunawan (11410232)
Nida Pangestu (10410022)
PAI V A
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Teori-teori tentang penciptaan alam semesta
Pemahaman manusia tentang alam semesta mempergunakan
seluruh pengetahuan di bumi, berbagai prinsip-prinsip, kepercayaan umum dalam
sains, serta berbagai aturan untuk keperluan praktis.Melalui sebuah kerangka
besar gagasan yang menghubungkan berbagai fenomena yang dikemukakan dalam satu
penjelasan.Berbagai hipotesa, gagasan awal yang dikemukakan untuk menjelaskan
fenomena.Tentu gagasan tersebut masih perlu diuji kebenarannya untuk dapat
dikatakan sebuah hukum[1].
1. Penciptaan alam semesta dalam perspektif sains
Alam semesta merupakan kumpulan materi
berukuran tak terhingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada
selamanya. Gagasan ini dipelopori oleh paham materialis. Pandangan ini menolak
keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan
tidak berakhir.
Materialisme adalah sistem pemikiran yang
meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak
keberadaan apapun selain materi.Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan
mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi
terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx.
Para penganut materalisme meyakini model alam
semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam
bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George
Politzer mengatakan bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu yang
diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah pasti
diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".
Banyak teori yang muncul dari para ahli
tentang terjadinya alam semesta. Beberapa teori tersebut adalah sebagai berikut[2] :
a. Teori big bang (ledakan dahsyat): muncul abad ke 21 yang menyatakan bahwa
alam semesta berasal dari suatu massa yang meledak dahsyat yang
bagian-bagiannya terlempar ke segala arah sehingga terbentuk bintang, planet,
debu kosmis, asteroid, meteor, energi dan partkel lainnya.
b. Teori Steady State : berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi
galaksi-galaksi, karena berkembangnya alam yang berlangsung terus menerus
digantikan oleh materi yang baru saja tercipta sehingga alam semesta yang
terlihat tetap berada dalam keadaan tidak berubah (stabil).
c. Teori Ekspansi dan konstraksi: reaksi inti hydrogen, sehingga terbentuk
galaksi, Galksi dan bintang menciut, meredup sambil memancarkan energy luar
biasa atau disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan memampat).
Dan masih banyak lagi teori – teori yang
mengungkapkan alam semesta seperti, teori bintang kembar, nebula, pasang surut,
planetesimal, dan lain – lain.
2. Penciptaan alam semesta dalam perspektif Al-qur’an
Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada manusia
14 abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi
pada abad ke-21, yang telah difirmankan Allah SWT didalam Al-Quran membuktikan
terdapat banyak fakta yang memberikan
informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta.
Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru
ilmu pengetahuan modern menjadi hal terpenting, karena sesuaian dengan firman
Allah SWT dalam Al-Quran surat Fush-shilat :11
Artinya: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit
dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada
bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku
dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang
dengan suka hati".
Kata asap dalam ayat tersebut menurut para
ahli tafsir adalah merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel halus
baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah
dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabilatau sesui dengan teori kabut
(Nebular Hypothesis).
dan telah dijelaskan juga tentang terbentuknya
alam ini dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya : 30.
Artinya :dan Apakah orang-orang yang kafir tidak
mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang
padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala
sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman.
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar
Surin, ditafsirkannya bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala
yang telah berputar mengelilingi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam
proses perputarannya dengan kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah bongkahan –
bongkahan yang akhirnya menjadi bumi dan beberapa benda angkasa lainnya dari
bongkahan matahari itu. Masing-masing bingkah beredar menurut garis tengah
lingkaran matahari, semakin lama semakin bertambah jauh, hingga masing-masing
menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan tetap beredar dengan teratur
sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT[3].
Penjelasan ini sesuai dengan teori big bang (ledakan dahsyat).
Serta teori ledakan maha dahsyat juga
mengatakan adanya pemuaian alam semesta secara terus-menerus dengan kecepatan
maha dahsyat yang diumpamakan mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup
yang mengisyaratkan bahwa galaksi akan hancur kembali atau dengan istilah lain
akan terjadi kiamat. Isyarat ini sudah dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’:104.
Artinya: (yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai
menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai
panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang
pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.
dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang
menjelaskan terhadap terjadinya alam semesta, karena kedahsyatannya yang tak
tertandingi pleh teknologi apapun.
3. Susunan Alam Semesta
diagram susunan dari alam semsesta yaitu mulai dari tata
surya , galaksi, rumpun local hingga pada superkluster.
B.
Tata Surya
adalahsistem yang terdiri dari matahari sebagai pusat,
dan benda-benda langit lain yang mengelilinginya. Tata surya kita merupakan
salah satu bagian dari sistem yang lebih besar yaitu galaksi, yang terdiri dari
milyaran bintang berpusat pada matahari. Galaksi ini bernama galaksi bima sakti
yang berbentuk spiraldengan massa sekitar 1 trilyun massa matahari dan
merupakan salah satu galaksi yang terdapat di alam semesta[4].
Diameter galaksi bima sakti sekitar 97.368 tahun cahaya (
pada tulisan lain dibulatkan menjadi 100.000 tahun cahaya). Jarak tata surya
dengan pusat galaksi sekitar 27.000 – 28.000 tahun cahaya, serta mengelilingi
pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan 220 km/ detik.
1. Komponen Tata Surya[5]
Sistem tata surya terdiri dari benda – benda langit yaitu :
Matahari yaitu satu bintang/ benda langit yang
menghasilkan cahaya sendiri, berupa energipanas sangat besar yang menjadi
sumber kehidupan makhluk bumi.
a)
Planet yaitu benda langit yang tidak dapat
memancarkan cahayanya sendiri. Ada 8 planet anggota tata surya kita yaitu :
merkurius, venus, mars, bumi, yupiter, saturnus, Uranus dan neptunus. Sebelum
bulan agustus 2006, pluto termasuk dalam anggota tata surya, tetapi setelah IAU
(international astronomical union) mengkajinya maka pluto tidak temasuk dalam
anggota tata surya.
b)
Satelit yaitu benda – benda yang berputar
mengelilingi suatu planet atau yang sering kita sebut bulan. Ada planet yang
memiliki satelit dan ada juga yang tidak. Yupiter merupakan planet yang
memiliki banyak satelit dan bumi merupakan planet yang hanya memiliki satu
satelit.
c)
Astroid yaitu benda langit seperti planet,
tetapi ukurannya sangat kecil sehingga disebut planet minor atau planetoid.
d)
Komet yaitu benda langit yang disebut dengan
bintang berekor. Orbit komet sangat lonjong sehingga suatu saat dapat dekat
dengan matahari dan suatu saat akan sangat jauh dari matahari.
e)
Meteoroid yaitu batuan kecil yang bebas
bergerak di luar angkasa sehingga bebas menabrak bumi atau planet lain.
Meteoroid yang masuk ke atmosfir bumi akan bergesekan dengan udara. Gesekan
tersebut menghasilkan kilatan cahaya sangat cepat yang terlihat sebagai bintang
jatuh.
2. Satuan jarak yang digunakan di Alam semesta
untuk menyatakan jarak yang sangat jauh, tidak cukup jika dinyatakan dengan
cara biasa. jika masih dinyatakan jutaan kilometer, milyaran atau trilyunan
kilometer maka itu adalah dengan cara biasa. tetapi jika jaraknya adalah 10
pangkat 15,18 atau 21 dan seterusnya maka akan lebih praktis jika dinyatakan
dengan tahun cahaya. Kecepatan cahaya adalah 300.000 km per detik.ini adalah
kecepatan tertinggi yang dapat tercapai dialam raya. belum ada pesawat yang
mempunyai kecepatan sebesar ini, pesawat tercepat dibuat manusia:
Columbia:20.000 km/jam.
Contoh :
1) jarak bumi ke matahari adalah 149,6 x 106 km = 149.600.000 km.
jika jarak ini dinyatakan dengan kecepatan cahaya, berapakah besarnya jarak
tersebut?
dapat dilakukan penghitungan sebagai berikut:
149.600.000 : 300.000 = 498,7 detik (bagilah dengan 60) =
8,3111 menit (8,31 menit kecepatan cahaya)
2) Diameter tata surya adalah 11.830.000.000 km. jika dilakukan perhitungan
dengan kecepatan cahaya, maka jarak tersebut sama dengan 118.300 : 3 detik =
10,954 jam
(Artinya : jarak ini dapat ditempuh oleh cahaya dalam
waktu 1,694 jam)
3) Satu tahun cahaya = 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km
= 946.080 x 107
km
= 9,461 x 1012 km
(Satu tahun
cahaya sekitar 9,5 trilyun km)
satuan yang lain untuk digunakan dalam
menghitung jarak anyar planet adalah SA (satuan astronomi). besar 1 SA = 150
juta kilometer.
C.
Gerhana
gerhana adalah penggelapan dalam bahasa Latinnya
(ekleipsis). Gerhana merupakan suatu istilah untuk menjelaskan suatu gejala
gelap yang terjadi bila benda langit terhalang benda langit lain. Gerhana
berakibat sinar dari suatu benda langit terhalang sebagian atau seluruhnya.
1. Gerhana Matahari
terjadinya gerhana matahari yaitu saat bumi dan bulan melakukan gerakan rotasi
dan revolusi. Akbitnya, posisi bulan dan bumi terhadap matahari berubah-
ubah.Pada saat tertentu, posisi bulan berada diantara bumi dan matahari.Hal ini
mengakibatkan bayangan bulan jatuh ke kermukaan bumi.Sinar matahari yang menuju
bumi terhalang oleh bulan. Pada saat itulah terjadi gerhana matahari.Gerhana
matahari ada tiga macam, yaitu : gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian dan gerhana matahari cincin.
2. Gerhana Bulan
terjadinya gerhana bulan yaitu posisi bumi
memiliki bayangan saat terkena sinar matahari. Ketika bulan berevolusi
mengelilingi bumi, saat tertentu bayangan bumi mengenai bulan.Akhirnya bulan
menjadi gelap, karena sinar matahari terhalang oleh bumi.peristiwa in disebut
dengan gerhana bulan.Gerhana bulan ada tiga macam, yaitu : gerhana bulan total,
gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbra.
D. Manfaat di Ciptakan Alam Semesta dan Seisinya
Sebagai khalifatullah di muka bumi, manusia
mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini, menjadi bentuk baru
berupa alam kebudayaaan. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu
berpegang teguh pada prinsip-prinsipkebenaran yang terkandung dalam penciptaan
alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai
khalifatullah, sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan
hidup manusia bersama.
Artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan
bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi
perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
(waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia
menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan
Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya)
bagi orang- orang yang bertakwa.
DAFTAR PUSTAKA
Ely, Abdullah dan Enny Brahma. Ilmu Alamiah Dasar.
Jakarta : Bumi Aksara, 2004.
Majalah ORBIT No 01 Tahun IX. Bintang Itu Bernama Matahari. 2007.
Trianto.Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Prespektif Islam
dan Barat. Jakarta: Prestasi Pustaka,
2007.
Winduono Y dan Kanda. Bumi dan Alam Semesta Untuk Guru
SD. 2009.
[1]Trianto.Wawasan
Ilmu Alamiah Dasar Prespektif Islam dan Barat. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
[2]Winduono Y dan
kanda.Bumi dan Alam Semesta Untuk Guru SD. 2009.
[3]Ely, Abdullah
dan Enny Brahma.Ilmu alamiah dasar.Jakarta : bumi aksara, 2004.
[4] Majalah ORBIT
No 01 Tahun IX. Bintang Itu Bernama Matahari. 2007. hal, 27-35
[5] Ibid.
0 komentar:
Posting Komentar