Kamis, 26 September 2013

MAKALAH “Penciptaan Alam (Tata Surya) – Gerhana”



MAKALAH
Penciptaan Alam (Tata Surya) – Gerhana”

Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu: Luluk Maulu’ah M.Si

Disusun Oleh:

Riyanto                                   (11411009)
M. Heri Saputra                     (11411015)
Khanifah Inabah                     (11411022)
Retno Dewi P.                         (11411023)
Malikhah                                 (11410135)
Eko Gunawan                          (11410232)
Nida Pangestu                         (10410022)
PAI V A

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013







BAB II
PEMBAHASAN

A.           Teori-teori tentang penciptaan alam semesta
Pemahaman manusia tentang alam semesta mempergunakan seluruh pengetahuan di bumi, berbagai prinsip-prinsip, kepercayaan umum dalam sains, serta berbagai aturan untuk keperluan praktis.Melalui sebuah kerangka besar gagasan yang menghubungkan berbagai fenomena yang dikemukakan dalam satu penjelasan.Berbagai hipotesa, gagasan awal yang dikemukakan untuk menjelaskan fenomena.Tentu gagasan tersebut masih perlu diuji kebenarannya untuk dapat dikatakan sebuah hukum[1].
1.      Penciptaan alam semesta dalam perspektif sains
Alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak terhingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Gagasan ini dipelopori oleh paham materialis. Pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.
Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi.Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx.
Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".
Banyak teori yang muncul dari para ahli tentang terjadinya alam semesta. Beberapa teori tersebut adalah sebagai berikut[2] :
a.       Teori big bang (ledakan dahsyat): muncul abad ke 21 yang menyatakan bahwa alam semesta berasal dari suatu massa yang meledak dahsyat yang bagian-bagiannya terlempar ke segala arah sehingga terbentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi dan partkel lainnya.
b.      Teori Steady State : berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksi-galaksi, karena berkembangnya alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam keadaan tidak berubah (stabil).
c.       Teori Ekspansi dan konstraksi: reaksi inti hydrogen, sehingga terbentuk galaksi, Galksi dan bintang menciut, meredup sambil memancarkan energy luar biasa atau disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan memampat).
Dan masih banyak lagi teori – teori yang mengungkapkan alam semesta seperti, teori bintang kembar, nebula, pasang surut, planetesimal, dan lain – lain.
2.      Penciptaan alam semesta dalam perspektif Al-qur’an
Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada manusia 14 abad yang lalu. Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21, yang telah difirmankan Allah SWT didalam Al-Quran membuktikan terdapat  banyak fakta yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa didalam Al-Quran tersebut telah sesuai dengan penemuan terbaru ilmu pengetahuan modern menjadi hal terpenting, karena sesuaian dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Fush-shilat :11
Artinya: “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
Kata asap dalam ayat tersebut menurut para ahli tafsir adalah merupakan kumpulan dari gas-gas dan partikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang stabilatau sesui dengan teori kabut (Nebular Hypothesis).

dan telah dijelaskan juga tentang terbentuknya alam ini dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya : 30.
Artinya :dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman.
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin, ditafsirkannya bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala yang telah berputar mengelilingi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam proses perputarannya dengan kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah bongkahan – bongkahan yang akhirnya menjadi bumi dan beberapa benda angkasa lainnya dari bongkahan matahari itu. Masing-masing bingkah beredar menurut garis tengah lingkaran matahari, semakin lama semakin bertambah jauh, hingga masing-masing menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan tetap beredar dengan teratur sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT[3]. Penjelasan ini sesuai dengan teori big bang (ledakan dahsyat).
Serta teori ledakan maha dahsyat juga mengatakan adanya pemuaian alam semesta secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat yang diumpamakan mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup yang mengisyaratkan bahwa galaksi akan hancur kembali atau dengan istilah lain akan terjadi kiamat. Isyarat ini sudah dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’:104.
Artinya: (yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.
dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan terhadap terjadinya alam semesta, karena kedahsyatannya yang tak tertandingi pleh teknologi apapun.
3.      Susunan Alam Semesta
diagram susunan dari alam semsesta yaitu mulai dari tata surya , galaksi, rumpun local hingga pada superkluster.

B.            Tata Surya
adalahsistem yang terdiri dari matahari sebagai pusat, dan benda-benda langit lain yang mengelilinginya. Tata surya kita merupakan salah satu bagian dari sistem yang lebih besar yaitu galaksi, yang terdiri dari milyaran bintang berpusat pada matahari. Galaksi ini bernama galaksi bima sakti yang berbentuk spiraldengan massa sekitar 1 trilyun massa matahari dan merupakan salah satu galaksi yang terdapat di alam semesta[4].
Diameter galaksi bima sakti sekitar 97.368 tahun cahaya ( pada tulisan lain dibulatkan menjadi 100.000 tahun cahaya). Jarak tata surya dengan pusat galaksi sekitar 27.000 – 28.000 tahun cahaya, serta mengelilingi pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan 220 km/ detik.
1.    Komponen Tata Surya[5]
Sistem tata surya terdiri dari benda – benda langit yaitu :
Matahari yaitu satu bintang/ benda langit yang menghasilkan cahaya sendiri, berupa energipanas sangat besar yang menjadi sumber kehidupan makhluk bumi.
a)             Planet yaitu benda langit yang tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri. Ada 8 planet anggota tata surya kita yaitu : merkurius, venus, mars, bumi, yupiter, saturnus, Uranus dan neptunus. Sebelum bulan agustus 2006, pluto termasuk dalam anggota tata surya, tetapi setelah IAU (international astronomical union) mengkajinya maka pluto tidak temasuk dalam anggota tata surya.
b)             Satelit yaitu benda – benda yang berputar mengelilingi suatu planet atau yang sering kita sebut bulan. Ada planet yang memiliki satelit dan ada juga yang tidak. Yupiter merupakan planet yang memiliki banyak satelit dan bumi merupakan planet yang hanya memiliki satu satelit.
c)             Astroid yaitu benda langit seperti planet, tetapi ukurannya sangat kecil sehingga disebut planet minor atau planetoid.
d)            Komet yaitu benda langit yang disebut dengan bintang berekor. Orbit komet sangat lonjong sehingga suatu saat dapat dekat dengan matahari dan suatu saat akan sangat jauh dari matahari.
e)             Meteoroid yaitu batuan kecil yang bebas bergerak di luar angkasa sehingga bebas menabrak bumi atau planet lain. Meteoroid yang masuk ke atmosfir bumi akan bergesekan dengan udara. Gesekan tersebut menghasilkan kilatan cahaya sangat cepat yang terlihat sebagai bintang jatuh.
2.    Satuan jarak yang digunakan di Alam semesta
untuk menyatakan jarak yang sangat jauh, tidak cukup jika dinyatakan dengan cara biasa. jika masih dinyatakan jutaan kilometer, milyaran atau trilyunan kilometer maka itu adalah dengan cara biasa. tetapi jika jaraknya adalah 10 pangkat 15,18 atau 21 dan seterusnya maka akan lebih praktis jika dinyatakan dengan tahun cahaya. Kecepatan cahaya adalah 300.000 km per detik.ini adalah kecepatan tertinggi yang dapat tercapai dialam raya. belum ada pesawat yang mempunyai kecepatan sebesar ini, pesawat tercepat dibuat manusia: Columbia:20.000 km/jam.
Contoh :
1)      jarak bumi ke matahari adalah 149,6 x 106 km = 149.600.000 km. jika jarak ini dinyatakan dengan kecepatan cahaya, berapakah besarnya jarak tersebut?
dapat dilakukan penghitungan sebagai berikut:
149.600.000 : 300.000 = 498,7 detik (bagilah dengan 60) = 8,3111 menit (8,31 menit kecepatan cahaya)
2)      Diameter tata surya adalah 11.830.000.000 km. jika dilakukan perhitungan dengan kecepatan cahaya, maka jarak tersebut sama dengan 118.300 : 3 detik = 10,954 jam
(Artinya : jarak ini dapat ditempuh oleh cahaya dalam waktu 1,694 jam)
3)      Satu tahun cahaya = 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km
 = 946.080 x 107 km
= 9,461 x 1012 km
                        (Satu tahun cahaya sekitar 9,5 trilyun km)
satuan yang lain untuk digunakan dalam menghitung jarak anyar planet adalah SA (satuan astronomi). besar 1 SA = 150 juta kilometer.

C.           Gerhana
gerhana adalah penggelapan dalam bahasa Latinnya (ekleipsis). Gerhana merupakan suatu istilah untuk menjelaskan suatu gejala gelap yang terjadi bila benda langit terhalang benda langit lain. Gerhana berakibat sinar dari suatu benda langit terhalang sebagian atau seluruhnya.
1.    Gerhana Matahari
terjadinya gerhana matahari yaitu saat bumi dan bulan melakukan gerakan rotasi dan revolusi. Akbitnya, posisi bulan dan bumi terhadap matahari berubah- ubah.Pada saat tertentu, posisi bulan berada diantara bumi dan matahari.Hal ini mengakibatkan bayangan bulan jatuh ke kermukaan bumi.Sinar matahari yang menuju bumi terhalang oleh bulan. Pada saat itulah terjadi gerhana matahari.Gerhana matahari ada tiga macam, yaitu : gerhana matahari total, gerhana matahari  sebagian dan gerhana matahari cincin.
2.    Gerhana Bulan
terjadinya gerhana bulan yaitu posisi bumi memiliki bayangan saat terkena sinar matahari. Ketika bulan berevolusi mengelilingi bumi, saat tertentu bayangan bumi mengenai bulan.Akhirnya bulan menjadi gelap, karena sinar matahari terhalang oleh bumi.peristiwa in disebut dengan gerhana bulan.Gerhana bulan ada tiga macam, yaitu : gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbra.

D.    Manfaat di Ciptakan Alam Semesta dan Seisinya
Sebagai khalifatullah di muka bumi, manusia mengolah dan membentuk apa yang ada dalam alam semesta ini, menjadi bentuk baru berupa alam kebudayaaan. Dalam proses pembentukan itu manusia harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsipkebenaran yang terkandung dalam penciptaan alam dan ingat atas batas-batas wewenang yang diterimanya dari Allah sebagai khalifatullah, sehingga manusia bisa mendapatkan manfaat bagi kesejahteraan hidup manusia bersama.
Artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa.


DAFTAR PUSTAKA

Ely, Abdullah dan Enny Brahma. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : Bumi Aksara, 2004.
Majalah ORBIT No 01 Tahun IX. Bintang Itu Bernama Matahari. 2007.
Trianto.Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Prespektif Islam dan Barat. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Winduono Y dan Kanda. Bumi dan Alam Semesta Untuk Guru SD. 2009.



[1]Trianto.Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Prespektif Islam dan Barat. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.

[2]Winduono Y dan kanda.Bumi dan Alam Semesta Untuk Guru SD. 2009.

[3]Ely, Abdullah dan Enny Brahma.Ilmu alamiah dasar.Jakarta : bumi aksara, 2004.

[4] Majalah ORBIT No 01 Tahun IX. Bintang Itu Bernama Matahari. 2007. hal, 27-35 
[5] Ibid.
 



0 komentar:

Posting Komentar